makanan ulat hongkong agar tidak mati

Matikanulat hongkong dengan cara dimasukkan ke dalam freeser selama 15 s/d 20 menit, pastikan ulat hongkong tersebut sudah mati semua. Letakkan pada nampan yang bersih yang sebelumnya diberi taburan tepung supaya ulat hongkong kering tidak lengket pada dasar loyang. Selanjutnya masukkan ke dalam oven dengan api yang sedang saja selama 30 menit Tentunyasesuaikan dengan jenis burung hantunya agar nafsu makannya tidak menurun sehingga kesehatannya terjaga. Your Cara ternak ulat hongkong dan makanannya photographs are ready in this website. Cara ternak ulat hongkong dan makanannya are a topic that is being hunted for and liked by netizens now. Pakan Makanan Ulat Hongkong. 8122019 Memberi makanan/ bekal di stoples agar semut tidak kelaparan/setres /mati dan bisa tenang dlm perjalanan ( di kasih gula kering dan mkn ulat hongkong/jangkrik secukupnya ). - Untuk pengepakan bisa menggunakan karung,kardus dll (biasanya yang paling bagus digunakan untuk pengiriman jarak jauh menggunakan kardus dan juga dilubangi kecil2 biar 1Cara Tepat Memelihara Ulat Hongkong Agar Cepat Panen 1.1 1. Pemilihan Induk 1.2 2. Tempat Memelihara 1.3 3. Masukkan Ulat Hongkong 1.4 4. Pemeliharaan Toples 1.5 5. Pemberian Pakan Ulat Bibit dan Ulat Kecil 1.6 6. Pindahkan Kumbang Dewasa dan Ulat 1.7 7. Mengatasi Penyakit 1.8 8. Panen Ulat Hongkong 1.9 Share this: Caramemberikan makan ulat hongkong sebenarnya sangat mudah, yaitu hanya dengan menaburkan voer/pellet kedalam kotak/bok tempat ulat hongkong, sedangkan untuk takaran tidak ada pedoman yang pasti, saya hanya menggunakan filling kira-kira habis dimakan sekitar 1-2 hari. J Ai Peur De Rencontrer Les Parents De Mon Copain. Karena banyaknya pertanyaan yang masuk yaitu tentang makanan ulat hongkong yang baru menetas, makanan ulat hongkong dewasa, serta makanan kumbang atau kepik dari ulat hongkong, sehingga membuat saya harus membeberkan rahasia makanan ulat hongkong agar cepat besar dan panen. Memang pakan adalah merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi sukses tidaknya sebuah usaha peternakan, termasuk usaha ternak ulat hongkong, baca juga Cara ternak ulat hongkong agar sukses, dan Kendala ternak ulat hongkong. Ulat hongkong sebenarnya mau memakan apa saja yang anda berikan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, voer/pellet, bahkan ampas tahu dan yang lainnya, tetapi semua itu tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Lalu sebenarnya apa sih makanan ulat hongkong yang baik, agar cepat besar dan bisa cepat panen?. Ini dia rahasianya,,,,. berdasarkan pengalaman pribadi saya selama menekuni usaha ternak ulat hongkong, makanan yang bagus untuk ulat hongkong adalah voer/pellet BR 1. Voer ini biasanya diberikan untuk pakan anak ayam dan berbentuk butiran, sedangkan untuk minumnya saya memberikan labu jepang, ada juga yang menyebutnya labu siam. Baca disini Artikel atau pembahasan yang anda cari Cara memberikan pakan ulat hongkong Cara memberikan makan ulat hongkong sebenarnya sangat mudah, yaitu hanya dengan menaburkan voer/pellet kedalam kotak/bok tempat ulat hongkong, sedangkan untuk takaran tidak ada pedoman yang pasti, saya hanya menggunakan filling kira-kira habis dimakan sekitar 1-2 hari. Tambahkan juga labu jepang atau labu siam yang sudah dipotong kecil-kecil, ukurannya sekitar 1-2 cm untuk minumnya, sedangkan untuk memberikan pakan selanjutnya harus menunggu pakan yang diberikan sebelumnya sampai benar-benar habis, kemudian dibersihkan dan diberikan pakan yang baru lagi. Keuntungan memberikan pakan voer BR 1 untuk ternak ulat hongkong Keuntungan atau kelebihan yang saya dapatkan selama menggunakan pakan voer BR 1 pada ternak ulat hongkong diantaranya sebagai berikut 1. Pakan lebih mudah didapat Karena voer BR 1 mudah kita dapatkan yaitu dipetshop atau ditempat penjual pakan ternak pasti ada dijual, sehingga tidak menghabiskan waktu untuk mencarinya. 2. Tidak mudah basi Karena voer BR 1 ini bentuknya butiran dan kering sehingga tidak mudah basi jika dibandingkan dengan menggunakan ampas tahu. 3. Tidak mudah berjamur Hampir sama alasannya dengan nomer 2 yaitu karena teksturnya kering sehingga tidak mudah tumbuh jamur. 4. Kandungan nutrisinya lengkap Keuntungan lainnya adalah karena voer BR 1 adalah buatan pabrik, jadi jelas kandungan nutrisinya sudah teruji dan terjamin kelengkapannya. 5. Ulat hongkong cepat tumbuh besar Ini juga karena nutrisi atau vitamin dari pakan tersebut lengkap, sehingga ulat hongkong cepat besar dan bisa lebih cepat dipanen. Itulah beberapa keuntungan yang saya rasakan selama menggunakan pakan voer BR 1 untuk ternak ulat hongkong, dan kemungkinan masih ada keuntungan lainnya yang belum saya ketahui. “Saya menggunakan voer BR 1 untuk semua usia ulat hongkong, mulai dari ulat hongkong yang baru menetas, ulat hongkong dewasa, sampai ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kumbang/kepik, jadi tidak perlu diganti. Kalkulasi ternak ulat hongkong menggunakan pakan voer BR 1 Kalkulasi atau perhitungan ini berpatokan pada usaha yang saya geluti dan usaha ini sudah berjalan sekitar 2 tahun. Saya memiliki sekitar 750 bok/kotak ulat hongkong, Dalam satu minggu saya bisa panen dan menjual sekitar 23-25 kg ulat hongkong, Harga jual ulat hongkong didaerah saya sekitar 100 ribu/kg, Jadi dalam satu minggu saya mendapat pemasukan sekitar Dipotong biaya pakan yaitu untuk pembelian voer/pellet BR 1 dan labu siam sekitar 700 ribu, Jadi pendapatan kotor dalam 1 minggu adalah – = Kalkulasi diatas sudah pasti berbeda-beda dengan daerah anda tergantung harga pakan dan harga jual ulat hongkong didaerah anda masing-masing. Usaha ini saya jalankan sebagai usaha sampingan dan istri saya yang membantu mengelolanya, jadi saya tidak membayar pegawai dan hasilnya lumayanlah bisa untuk menambah pemasukan. Bagi pemula atau buat yang ingin mencobanya silahkan dicoba dan bandingkan hasilnya dengan pemberian pakan yang selama ini anda gunakan, semoga hasilnya memuaskan. Demikianlah sedikit ulasan tentang makanan ulat hongkong agar cepat besar dan panen yang bisa saya sampaikan, semoga artikel ini bermanfaat, TERIMA KASIH. Makanan ulat hongkong, foto UnsplashMakanan ulat hongkong terbilang sederhana dan mudah didapat. Pada dasarnya, ulat hongkong adalah hewan omnivora yang dapat memakan segala jenis begitu, perlu diketahui bahwa makanan ulat hongkong harus jauh dari kontaminasi insektisida atau polutan lainnya. Pasalnya, hal tersebut akan mempengaruhi pertumbuhan ulat hongkong merupakan jenis serangga pengurai yang berbentuk larva. Tahapan kehidupannya juga sederhana dimulai dari telur, larva, pupa dan hongkong sering dibudidayakan untuk dijadikan sebagai pakan burung, ikan, hingga kadal. Di beberapa negara seperti Uni Eropa, ulat hongkong menjadi salah satu jenis serangga yang dapat dimakan karena memiliki banyak kandungan Ulat HongkongMakanan ulat hongkong, foto PixabayMengutip laman Pet Keen, meski bisa diberikan makanan apa saja, proses perawatan ulat hongkong harus memperhatikan banyak hal. Mulai dari tingkat kelembaban, ukuran kandang atau wadah, dan kebersihan dari habitat liarnya, ulat hongkong sangat menyukai tinggal di dalam kayu busuk, liang hewan, dan bawah batu. Itu karena mereka merupakan serangga yang menyukai tempat yang gelap dan ulat hongkong di alam liar adalah daun pohon yang membusuk, tanaman mati, dan serangga yang mati atau terluka. Mereka juga merupakan jenis hewan kanibal yang dapat memakan pokok yang dapat diberikan pada ulat hongkong adalah1. Dedak GandumDedak gandum adalah makanan yang dihasilkan dari penggililan biji gandum. Sajikan dedak gandum dengan menambahkan potongan gabus atau roti agar mempermudah ulat hongkong melakukan tetapi, berhati-hatilah dengan kelembapan udara. Udara yang lembap dapat mengundang datangnya tungau debu yang merupakan serangga pengancam telur ulat Biji-BijianBiji-bijian juga termasuk kedalam makanan yang sangat disukai oleh ulat hongkong. Jenis biji-bijian yang dapat disajikan adalah biji gandum, biji oatmeal, dan biji beras. Campurkan biji-bijian ke dalam wadah, kemudian letakkan di dekat dengan ulat TepungTepung menjadi salah satu jenis makanan yang dapat diberikan untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan ulat Potongan BuahUlat hongkong juga sangat menyukai buah-buahan. Simpan potongan buah apel, pir, pisang, persik, jeruk, melon, atau semangka di wadah ulat perawatannya tidak membutuhkan pasokan air, namun ulat hongkong tetap membutuhkannya. Ulat hongkong akan mengekstrasi air dari makanan yang memberikan potongan buah dengan kandungan banyak air akan membantu memenuhi kebutuhan air dalam SayuranSelain buah, ulat hongkong juga menyukai sayuran. Jenis sayuran yang bisa diberikan adalah tomat, seledri, wortel, terong, mentimun, dan daun ada aturan pasti seberapa sering ulat hongkong harus diberikan makanan. Namun, semakin sering makan, maka pertumbuhan mereka juga akan semakin cepat. Nilai Gizi Ulat HongkongUlat hongkong merupakan serangga yang kaya akan protein, asam lemak, serat, dan berbagai jenis mikronutrein. Semua kandungan tersebut sangat baik untuk dikonsumsi hewan maupun tetapi, hewan ini juga memiliki kandungan kitin yang sangat tinggi sehingga membuat serangga ini menjadi sulit untuk dicerna. Alhasil, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi ulat hongkong secara terus ulat hongkong aman untuk dimakan?Apa manfaat ulat hongkong? Tahukah Anda bagaimana Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong? Di dunia ini banyak sekali jenis ulat yang berguna dan dapat dimanfaatkan oleh manusia, seperti salah satunya ulat sutera. 8 Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula Itulah mengapa ulat juga menjadi binatang yang seringkali dibudidayakan, sama seperti hewan-hewan konsumsi yang lain. Salah satu jenis ulat yang juga banyak diternak di Indonesia adalah ulat hongkong. Ulat ini banyak dibudidayakan karena pasarannya yang lumayan, khususnya jika digunakan untuk pakan burung. Jika Anda tertarik untuk mulai berternak ulat hongkong, berikut ini ada beberapa cCara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong yang bisa dipraktekan. 1. Memilih induk Hal pertama yang harus dilakukan oleh peternak ulat hongkong adalah memilih indukan. Sama seperti memelihara hewan yang lain, indukan ulat hongkong juga harus memiliki kualitas yang baik agar bisa membuahkan ulat hongkong yang juga memiliki kualitas baik. Jumlah ulat hongkong yang akan digunakan sebagai indukan sendiri usahakan tidak lebih dari 2 kg. Hal ini bertujuan agar ulat hongkong tersebut bisa menjadi kepompong dalam ukuran yang besar-besar. Biasanya, indukan yang baik memiliki panjang sekitar 15 mm dan lebar rata-rata 4 mm. Untuk pakan ulat induk sendiri Anda bisa memberi dedak, pur, atau ampas tahu sebanyak setengah kilogram untuk kurun waktu sekitar 4 hari sekali. 2. Pemisahan kepompong Indukan ulat hongkong tersebut akan berubah menjadi kepompong seminggu kemudian. Dan jika sudah menjadi kepompong, Anda harus memisahkannya ke tempat lain yang sudah dilapisi dengan koran. Pemindahan tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kepompong tersebut akan sangat mudah rusak dan mati. Oleh sebab itu, setelah dipindahkan dengan benar, Anda juga harus memastikan bahwa kepompong tersebut tidak ada yang bertumpuk dan sudah tersebar merata. Setelahnya, jangan lupa untuk menutup kembali tempat tersebut dengan koran yang rapat. 3. Menyiapkan tempat untuk kumbang Dalam waktu kurang lebih 10 hari sejak pertama kali menjadi kepompong, kepompong-kepompong yang sudah dipisahkan tersebut akan berubah menjadi kumbang. Anda harus menyiapkan tempat atau kotak yang baru untuk tempat kumbang bertelur. Tempat tersebut sendiri harus sudah dilapisi oleh kapas di bagian bawahnya, agar telur-telur yang nantinya dikeluarkan oleh kumbang tidak akan rusak. Pemisahan kumbang ke tempat barunya sendiri dilakukan setelah sayap kumbang berwarna hitam. Anda harus secara rutin memisahkan kapas yang sudah ada telurnya dari kumbang dan menggantinya dengan kapas yang baru lagi. Pakan yang diberikan pada kumbang juga sama, yaitu ampas tahu, dedak atau pur, hanya saja jumlah yang harus diberikan perlu dikurangi menjadi 100 gr setiap tiga hari sekali. 4. Pemisahan Kumbang Proses selanjutnya adalah pemisahan kumbang yakni dengan cara menyiapkan nampan yang baru. Belikan alas pada nampan tersebut dengan menggunakan kapas. Fungsi dari kapas yakni digunakan kumbang dalam melakukan perkawinan dan meletakan telurnya. Cara ternak ulat hongkong ini bisa dilakukan dengan cara mengambil kumbang yang telah memiliki sayap dengan warna hitam mengkilap Setelah 7 hari maka kumbang tersebut dipindahkan kembali kewadah yang baru dengan melapisi kapas pada alasnya. Wadah yang sudah tidak ada kumbangnya akan berisi telur kumbang yang akan menetas sekitar 10 hari menjadi larva yang kecil. Ketahuilah bahwa larva inilah yang disebut sebagai ulat hongkong. Sekitar umur 30 hari ulat-ulat tersebut dapat dipisahkan dari kapas ke tempat atau wadah yang baru untuk melakukan pembesaran. 5. Penetasan telur Dalam kurun waktu 10 hari, biasanya telur-telur kumbang tersebut akan menetas menjadi ulat. Namun, Anda tidak bisa langsung mengambilnya karena ukuran ulat yang masih sangat kecil. Waktu yang paling pas untuk mengambil ulat adalah saat usia ulat hongkong tersebut sudah mencapai 30 hari. Di usia tersebut, Anda sudah bisa memisahkan ulat-ulat yang ada di kapas ke tempat yang berbeda untuk langsung dipasarkan. Saat menjadi ulat, Anda harus tetap memberi pakan, namun kali ini pakan yang diberikan sudah bisa berupa sayuran seperti sawi, atau capcay. 6. Pemberian Pakan Ulat Hongkong Pakan Ulat Bibit Pemberian pakan ulat bibit dilakukan dengan interval 4 hari sekali dengan jumlah sekitar 500 gram. Pemberiannya bisa dilakukan dengan mengepal menjadi 3 bagian agar ulat kepompong yang sudah ada sebelumnya tidak tertimpa makanan sehingga terjadi proses pembusukan. Pakan yang bisa diberikan antaralain ampas tahu dan dedak yang telah kita aduk atau campurkan dengan pur atau tepung tulang. Sedangkan pada kumbang pastikan jangan terlalu memberikan pakan. Proses pemberiannya bisa dilakukan dengan menyebar secara merata sebanyak 100 gram untuk sekali makan dimana dilakukan sebanyak 3 kali dalam sehari. Pakan Ulat Kecil Apabila ulat masih berada di dalam kapas alangkah baiknya menggunakan pakan berupa sayuran selada yang telah dilakukan penjemuran hingga setengah kering. Kemudian bila ulat telah terpisah dengan kapas pemberian pakan dilakukan sebanyak 1 kg yang dikepal dan sebagian yang lainnya di sebar secara merata. Untuk ulat yang telah memiliki panjang sekitar 6 mm dan diameter sekitar 1,5 mm biasanya berusia 30 – 60 hari bisa diberikan 2 kg makanan. Sedangkan untuk ulat yang telah menginjak dewasa yakni sekitar 60 – 90 hari pemberian pakan dilakukan 1,5 hingga 2 kg per kotaknya. 7. Perawatan Saat Ternak Ulat Hongkong Salah satu yang harus diperhatikan dalam ternak ulat hongkong ini adalah suhu kandang. Suhu yang paling baik atau ideal yakni sekirat 29-30 derajat celcius dimana kandang tersebut memiliki sirkulasi yang baik. Jika kedua hal tersebut telah berjalan dengan baik maka dipastikan akan memberikan kesuburan bagi perkembangan ulat hongkong tersebut. 8. Penyakit Ulat Hongkong Seperti hewan secara umumnya, ulat hongkong juga sangat rentan terhadap serangan penyakit yang mengakibatkan kegagalan dalam ternak atau budidanya. Agar tahu bagaimana cara untuk mengatasi penyakit, berikut adalah beberapa penyakit ulat hongkong yang sering menyerang Kulit berubah warna Penyakit pertama yang sering menyerang adalah perubahan warna yang terjadi pada kulit ulat menjadi warna kuning kehitam hitaman. Cara untuk mengatasinya adalah jangan memberikan makanan terlalu banyak yang berupa daun-daunan dan jangan juga memberikan dedak terlalu berlebihan. Kematian ulat dan berwarna merah Penyakt ini sering terjadi karena disebabkan oleh bakteri ataupun cendawan. Cara pencegahan terbaik adalah dengan memberikan pakan yang tidak terlalu lembab. Apabila ulat sudah terlanjut terserang dan mati segeralah untuk membuang dan memusnakannya agar tidak menyerang ke ulat lainnya yang masih hidup. Kematian ulat dan berwarna hitam Bila terjadi pada beberapa ulat, langkah untuk mengatasinya yakni dengan melakukan penyebaran pada makanan. Penyakit ini bisa yterjadi pada ulat dewasa dengan usia 1 hingga 3 bulan. Demikianlah Cara Ternak dan Budidaya Ulat Hongkong untuk Pemula. Jangan lupa untuk mempersiapkan tempat terlebih dahulu sebelum memulai perkembangbiakkan tersebut karena pada dasarnya tempat adalah faktor terpenting dalam budidaya ulat hongkong ini. Baca Juga Cara Budidaya Ulat Jerman Ulat hongkong adalah termasuk salah satu makanan favorit hewan peliharaan seperti burung pemakan serangga, reptile dan ikan hias, karena ulat hongkong memiliki kandungan protein yang tinggi, sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi hewan peliharaan. Buat anda yang berminat budidaya ulat hongkong bisa membaca artikel sebelumnya yaitu Cara ternak ulat hongkong agar sukses. Salah satu kunci sukses dalam usaha ternak ulat hongkong adalah kesabaran serta ketelatenan, hal ini dikarenakan siklus atau perkembangan ulat hongkong yang dimulai dari telur hingga menjadi kumbang atau kepik, terbilang cukup lama, yaitu sekitar 3-6 bulan. Baca disini Artikel atau pembahasan yang anda cari Dalam setiap usaha tentu memiliki rintangan atau masalah, termasuk juga dalam usaha ternak ulat hongkong, dan untuk mengetahui penyebab kegagalan ternak ulat hongkong yang sering dirasakan para peternak adalah seperti berikut 1. Ulat hongkong dimakan predator lain Hewan predator yang sering memakan ulat hongkong adalah semut, cicak dan tikus, hewan tersebut jika tidak dibasmi atau dicegah, akan dapat memakan bahkan menghabiskan bibit ulat hongkong dan dapat mengakibatkan usaha kita rugi atau bangkrut. Cara mencegah agar semut tidak masuk kandang ulat hongkong Memberi oli atau air pada kaki rak tempat kandang ternak dengan menggunakan botol atau yang lainnya, tujuannya agar semut tidak bisa naik melalui tiang tersebut, Memberikan jarak antara rak dan tembok, agar semut tidak bisa masuk kandang melalui tembok. Cara mencegah cicak atau tikus agar tidak masuk kandang ulat hongkong Memasang kawat nyamuk pada dinding rak pada bagian samping kiri-kanan dan belakang, sedangkan untuk bagian depan dibuat pintu yang juga dipasang kawat nyamuk, tujuannya agar sirkulasi udara tetap lancar, cicak dan tikus tidak bisa masuk kekandang. 2. Ulat hongkong banyak yang mati Terkadang sering kita jumpai ulat hongkong berwarna hitam dan menjadi kering atau mati, biasanya disebabkan oleh kondisi suhu kandang yang terlalu panas, sehingga membuatnya tidak bisa bertahan hidup. Cara mengatasi agar ulat hongkong tidak cepat mati Menempatkan rak ditempat yang teduh, tetapi tidak boleh terlalu dingin, karena suhu yang terlalu dingin juga bisa mengakibatkan ulat hongkong mati, Jangan terlalu banyak memasukkan ulat hongkong kedalam boks, karena kepadatan populasi juga bisa menyebabkan kematian pada ulat hongkong, Memberikan pakan tambahan yang mengandung banyak air, sebagai minumnya agar ulat hongkong tidak kekurangan air saat cuaca panas, Usahakan untuk membuat sirkulasi udara dalam kandang lancar, agar udara selalu segar dan bersih. 3. Kumbang atau kepik cepat mati Kelemahan dalam beternak ulat hongkong bukan hanya terjadi pada saat ulat masih berupa telur atau saat menjadi ulat dewasa, tetapi juga bisa terjadi pada saat ulat hongkong sudah menjadi kumbang atau kepik, yaitu kumbang cepat mati atau umurnya pendek. Apabila ini terjadi, maka kemungkinan untuk mendapatkan bibit-bibit yang baru bisa berkurang karena kumbang yang akan menghasilkan telur umurnya pendek, sehingga produksi telur berkurang. Masalah ini terjadi biasanya disebabkan karena ulat hongkong terlalu cepat berubah menjadi pupa atau kumbang, bisa juga dibilang prematur, sehingga apabila menjadi kumbang umurnya akan pendek. Cara mengatasi agar kumbang tidak cepat mati Salah satu penyebab ulat hongkong cepat berubah menjadi pupa atau kumbang adalah karena tingkat stress yang tinggi, dan penyebab stress tersebut salah satunya adalah populasi yang terlalu padat dalam boks. Solusinya adalah jika anda menggunakan boks dengan ukuran 60x40cm, idealnya cukup diisi sekitar 250gram bibit ulat hongkong, Sedangkan untuk ukuran boks tersebut jika ingin anda gunakan sebagai tempat bertelurnya kumbang, cukup isi sekitar 100gram kumbang setiap boksnya, tujuannya agar tidak terlalu padat dan tidak menyebabkan kumbang cepat mati, Serta jangan lupa berikan pakan yang berkualitas agar pertumbuhan ulat hongkong normal, untuk makanannya bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya yaitu Makanan yang baik untuk ternak ulat hongkong agar cepat panen. Itulah beberapa kendala atau kelemahan tentang ternak ulat hongkong yang bisa saya sampaikan, semoga bermanfaat dan sukses TERIMA KASIH. Halo pemirsa budiman. Pada minggu siang yang cerah ini, gue mau berbagi sebuah tips yang mungkin bakal berguna bagi lo-lo yang punya piaraan reptil atau insects yang mengharuskan punya stok fresh food seperti ulat hongkong hidup, tapi ngga selalu dipake tiap hari. Contohnya kek tarantula gue.. mereka makanannya ulet hongkong tapi cuma butuh dikasih makan seminggu sekali. Gamungkin kan lo tiap minggu minta beli ulet hongkong di tukang burung cuma sebiji 2 biji? Sepengalaman gue, tukang burung mau jual seribu perak untuk segenggam ulet hongkong itu udah baek banget. Di tempat gue, si tukang burung matok harga minimal 15rebu untuk sebungkus ulet hongkong yang mana dalam seminggu palingan cuma gue butuhin 3-4 ekor. Dan 15 rebu itu lo udah dapet beratus2 ulet hongkong. Awal-awalnya, gue selalu merasa kasian sama si ulet hongkong karena mereka sering siasia hidupnya alias mati gitu aja setelah seminggu. Mulai dari kurang udara, disemutin, sampe gaktau lah kenapa pokonya mati mulu. Selain gamau menyia-nyiakan nyawa para ulat itu lebih jauh, gue juga ngerasa rugi aja beli 15rb per dua minggu. Harusnya ada cara lebih baik buat menyimpan ulat2 ini agar tetap hidup. So I did my research, and came up with an easy solution that has proven to be working. Sekarang, gue udah 4 bulan ga beli ulet hongkong dan stok ulet gue masih cukup untuk hewan piaraan gue. Kuncinya adalah 3 Storage, Sirkulasi udara yang cukup, dan bedding. Storage dan Sirkulasi Udara Ini adalah tempat dimana lo menyimpan ulat hongkong. Storage ini sebenernya bebas, asal jangan terlalu teplek. Sebenernya plastik kotak kuekue gitu juga bisa dipake. Atau kalo lu modal dikit, pake kotak makan biasa gitu udah cukup. Kalo gue nyaranin pakek yang inian aja biar murah meriah hampir gapake modal. Bisa minta ke nyokap, tetangga, ato bekas lu beli makanan. source pic google Yang penting atasnya kebuka. Jangan ditutup pake apapun biar sirkulasi udaranya bagus. Trus, yang terpenting lagi, taro di tempat yang pasti gak disemutin. Bisa pake kapur semut, pokona gimana caranya lo taro tempat ulet ini di tempat yang tak terjangkau semut. Kalo lo kesulitan membasmi semut, bisa coba pake racun semut biar semutnya hilang hingga ke sarang2nya. Gue pernah pake, mayan ampuh. Bedding Ulet hongkong ini pada dasarnya dekomposer. Dia pemakan segala, bahkan bangkai teman-temannya yang lain pun bisa dia makan dan udahannya, apapun yang dia makan bakalan jadi kayak serbuk2 gitu. Bedding ini berfungsi selain buat makanan si ulet hongkong, menurut gue juga bisa mengurangi bau yang ditimbulkan ulet hongkong yang saling bertumpukan dan mati. Karena mengurangi bau, juga membantu mengurangi kedatangan semut yang tak diharapkan. Lu bisa menggunakan beberapa opsi untuk bedding ini. Biasanya, kalo beli di tukang burung langsung dapet semacam voer / dedak kayak pakan ayam gitu. Tapi menurut gue itu gak cukup. Kalo gue, berhubung suka makan oatmeal dan punya stok oatmeal banyak, gue kasih quacker oat murah yang gue beli di indomaret itu sedikit buat bedding ulet hongkong. Tapi kalo lu ga semodal itu dan ga serela itu berbagi makanan semewah oatmeal sama ulet hongkong, bisa juga pake tepung. Itupun lo gaperlu sering-sering ngasih. Sebulan / 2 bulan sekali aja cukup. Karena toh nantinya hasil dekomposisi ulet2 itu bakalan jadi bedding mereka juga. Makanan Tambahan Opsional Sesekali, ulet2 ini bakalan gue kasih potongan timun yang gue dapat sewaktu gue beli nasi goreng yha, maap gue kadang bisa ga modal juga. Atau kalo lagi baek, gue suka kasih potongan wortel dan sayuran buat minumnya ulet2 itu. Tapi gue mendapati kalo sebenernya tanpa itu pun mereka bisa bertahan. Karena gue pernah lupa ngasih selama berbulan2, dan ulet gue masih idup aja. Walopun gak segendut dahulu kala. Tetap, gue menyarankan agar paling ga seminggu sekali lo kasih ulet2 itu sayuran yang berkadar air lumayan tinggi. Verdict Dengan tips2 yang gue kasih di atas, udah 4 bulan berlalu dan gue udah ga pernah beli ulet hongkong lagi. Emang jumlah ulet gue berkurang dari sewaktu gue beli karena seiring waktu pasti ada yang mati, tapi mereka akan beregenerasi dengan lumayan cepat. Gue meletakkan ulet itu di dalam tempat yang kering, gelap, bebas semut, trus gue kasih sedikit pengharum lemari. That’s enough. Baunya juga ga terlalu mengganggu setelah gue kasih bedding. Berhubung ulet hongkong ini adalah larva dari darkling beetle, selama penyimpanan lo bisa ikut melihat sikus hidup mereka mulai dari ganti kulit, fase pupa, sampe jadi kepik item. Well, science lessons there. Tapi jan takut. Kepiknya gabisa terbang. Dan selama gue nyimpen mereka di bawah lemari baju kosan gue tapi di kompartemen terpisah, ga pernah ada cerita baju gue dikepikin… atau terserang kepik, ato jadi bau. So, I guess it’s pretty safe. piaraan gue dan ulet hongkongnya Selamat menyimpan ulat hongkong, dan semoga piaraannya tetep bahagia!

makanan ulat hongkong agar tidak mati